Warning ! You have stepped onto Pinkcess's Zone Follow me and Leave your footsteps on this page │FollowDashboard
Allahuakbar Alhamdulillah Subhanallah Astaghfirullah

بوذا

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته. أحصل هذا الموضوع من واساب. لعل منافعة لجميع.

Budhisme adalah sebuah agama yang muncul di India, sesudah Brahmaisme, pada abad kelima sebelum Masehi. Pada mulanya agama ini cenderung memperhatikan manusia, di samping kepada pembersihan dan kehalusan jiwa, hidup sederhana, cinta kasih, toleransi dan perbuatan baik Akan tetapi tidak lama kemudian, setelah pendirinya meninggal, agama ini berubah menjadi kepercayaan - bathil yang penuh dengan nilai-nilai berhalaisme. Bahkan para pengikutnya sangat mengkultuskan pendirinya sampai ke tingkat menuhankannya

SEJARAH BERDIRI DAN TOKOH-TOKOHNYA

Budhisme didirikan oleh Sidharta Gautama (560—480 SM) yang bergelar Budha, orang yang berpengetahuan luas. Selain itu ia digelari 'Sakiya Muni', yang bersemedi. Sidharta Gautama dibesarkan di sebuah kampung di perbatasan Nepal. Ia adalah seorang Pangeian yang hidup dalam kemewahan. Menikah pada usia I9 tahun. Kemudian pada umur 26 tahun ia pergi meninggalkan isterinya, bertapa meninggalkan segala keni'matan duniawi. Selanjutnya ia menjalani kehidupan yang sangat sederhana, merenungi alam, melatih jiwa dan bercita-cita ingin menyelamatkan manusia dari penderitaan yang bersumber dari hawa nafsu. Kemudian ia menyeru manusia agar mengikuti arah pemildrannya. Akhirnya ia mendapit banyak pengikut.

PEMIKIRAN DAN DOKTRIN-DOKTRINNYA

Pemeluk Budha percaya bahwa Budha adalah anak Tuhan, penyelamat manusia dari segala tragedi dan penderitaan. Dialah yang menanggung segala kesalahan manusia. Mereka juga berkeyakinan bahwa penjelmaan Budha terjadi melalui proses persenyawaan antara ruh suci dengan perawan 'maya'. Mereka mengatakan, kelahiran Budha ditandai dengan munculnya sebuah bintang di langit yang disebut Bintang Budha.

Ketika Budha lahir kedunia, menurut keyakinan mereka, tentara-tentara langit bergembira ria, para Mala'ikat mengalunkan lagu cinta, menyambut kelahirannya yang penuh berkah. Sebenarnya orang-orang bijak telah mengetahui tentang kelahiran dan sifat-sifat ketuhanan Budha. Karena itu baru saja satu hari setelah kelahirannya, manusia sudah berduyun-duyun menyambutnya. Bahkan ketika Budha masih bayi, ia berkata kepada ibunya bahwa dirinya adalah manusia paling agung.

Pada suatu hari Budha masuk ke salah satu candinya. Kemudian patung-patung yang ada di dalam candi tersebut bersujud di hadapannya. Syetan telah gagal memalingkannya.

Oleh pengikut Budha diyakini pula bahwa hari-hari terakhir dalam kehidupannya telah terjadi perubahan pada dirinya. Misal, seberkas cahaya turun mengitari kepalanya dan j asadny disinari cahaya yang terang benderang. Sehingga orang-orang yang menyaksikannya berkata, "Ini bukan manusia. Dia adalah Tuhan Yang Agung."

Penganut Budha bersembahyang menyembah Budha. Mereka berkeyakinan bahwa Budha dapat memasukkan ke nirwana. Sembahyang, menurut mereka, harus dilaksanakan dalam upacara pertemuan yang dihadiri oleh orang-orang Budha yang banyak.

Ketika Budha meninggal, para pengikutnya berkata, "Ia naik ke langit bersama jasadnya setelah menyelesaikan tugasnya di bumi."

Selain itu, pengikut Budha meyakini kembalinya Budha ke bumi untuk kedua kalinya, untuk memulihkan kedamaian dan keberkahan.

Menurut mereka Budha adalah Yang Agung, Tunggal dan Amali. Budha adalah zat dari cahaya yang bukan cahaya biasa. Dialah yang akan menghisab orang-orang yang sudah mati atas amal perbuatan mereka. Budha telah meninggalkan ajaran-ajaran yang wajib dikerjakan manusia sampai qiyamat. Dikatakan, Budha telah mendirikan kerajaan agama di muka bumi ini.

Beberapa orang peneliti mengatakan bahwa Budha sendiri mengingkari ketuhanan manusia dan jiwa manusia. Dia mengatakan adanya reinkarnasi. Dalam ajarannya terdapat seruan cinta kasih, toleransi, bergaul dengan baik, bersedekah kepada fakir miskin, • meninggalkan kemewahan, hidup sederhana, berhati-hati kepada wanita dan harta dan mendorong manusia agar menjauhkan diri dari perkawinan.

Orang Budha harus terikat kepada 8 hal, sehingga ia mampu mencapai kemenangan dan mengalahkan hawa nafsunya. Delapan hal tersebut ialah

1. Cenderung kepada yang benar dan lurus serta kosong dari pengaruh syahwat dan kelezatan. Ini semua harus terjelma pada waktu akan melakukan perbuatan apa saja.

2. Bersifat benar dan lurus, tidak terpengaruh hawa nafsu.

3. Berpenampilan benar dan lurus.

4. Keyakinan yang lurus yang dibarengi ketenangan dan ketentraman jiwa terhadap apa yang dilakukannya.

5. Sesuai antara ucapan dengan apa yang di dalam hati.

6. Sesuai antara prilaku dan kalbu serta lisan.

7. Kehidupan yang benar, yang bersendikan meninggalkan segala kelezatan.

8. Usaha yang benar yang mengarah kepada kelurusan hidup berdasarkan ilmu dan kebenaran serta meninggalkan segala kelezatan duniawi..

• Menurut ajaran Budha, kesengsaraan terjadi dikarenakan 3 hal utama

1. Menyerah kepada kelezatan duniawi dan hawa nafsu.

2. Niyat yang buruk dalam mencari sesuatu.

3. Dungu dan tidak mampu menangkap masalah secara benar.

• Beberapa wasiat Budha

1. Jangan membunuh makhluq bernyawa.

2. Jangan mencuri dan merampas.

3. Jangan berdusta.

4. Jangan memakan dan meminum yang memabukkan.

5. Jangan berzina.

6. Jangan memakan makanan yang masak sebelum waktunya.

7. Jangan menari, mengundang penari dan menghadiri pertemuan yang ada nyanyiannya.

8. Jangan memakai wangi-wangian.

9. Jangan memakai kasur atau bantal dari kapas.

10. Jangan memakai emas dan perak.

Kaum Budha terpecah menjadi dua golongan, Budha yang taat beragama dan Budha awam. Budha taat ialah orang Budha yang menjalankan seluruh ajaran Budha dan wasiat-wasiatnya. Sedangkan Budha awam ialah orang Budha yang menerapkan sebagian ajaran dan wasiat-wasiatnya.

Menurut Budha, manusia itu sama, tidak ada yang lebih mulia kecuali dengan ma'rifat dan penguasaan hawa nafsu.

Budhisme mempunyai dua aliran, aliran utara dan aliran selatan. Aliran Utara ialah pengikut Budha sampai menuhankannya. Sedangkan aliran Selatan ialah pengikut Budha yang agak wajar dalam memandang Budha.

Sekarang, hubungan kaum Budha dengan ummat Islam tidak menampakkan permusuhan hebat. Karena itu sangat dimungldnkan untuk dijadikan ladang subur bagi da'wah Islamiyah.

Kitab-kitab Budhisme bukan tergolong Kitab Samawi. Mereka pun tidak mengklaim demikian. Kitab-kitab mereka lebih banyak terkait dengan pribadi Sidharta Gautama, kisah-ldsah perbuatannya atau amalan-amalannya yang direkam oleh sebagian pengikutnya. Teks-teksnya berbeda disebabkan perbedaan aliran. Kitabkitab Budha Utara banyak mengandung khurafat dan mithologi yang terkait dengan pribadi Budha. Sedangkan Kitab-ldtab Budha Selatan kekhurafatannya relatif lebih sedildt dibandingkan dengan Kitab-ldtab Budha Utara.

Kitab-kitab Budha terbagi menjadi tiga bagian :

1. Kumpulan peraturan-peraturan Budhisme.

2. Kumpulan pidato-pidato Budha.

3. Kitab yang berisi sumber aliran dan pemildran asli Budha.

AKAR PEMIKIRAN DAN SIFAT IDEOLOGINYA

Hampir dapat dipastikan bahwa Budhisme mempunyai akar pemikiran dan keyakinan yang sama dengan agama-agama buatan manusia terdahulu atau yang semasa dengannya. Persamaan tersebut tampak pada Hinduisme dalam hal keyaldnan adanya reinkarnasi dan kecenderungan pembersihan jiwanya, pada Khon Fu Tzeisme dalam hal perhatiannya kepada manusia dan penyelamatan dari kesengsaraan (samsara).

Perlu diperhatikan, di dalam Budhisme ada kemiripan yang cukup menonjol dengan Kristianisme. Khususnya dalam masalah situasi kelahiran dan kehidupan Al-Masih dengan situasi kelahiran dan kehidupan Sidharta Gautama. Semua itu memperkuat dugaan bahwa Budha banyak mempengaruhi ajaran keyakinan Kristiani.

PENYEBARAN DAN KAWASAN PENGARUHNYA

Agama Budha tersebar luas di negara-negara Asia. Seperti tersebut di muka, agama ini mempunyai dua aliran :

1. Aliran Utara yang kitab-kitab sucinya ditulis dalam bahasa Sansekerta. Aliran ini berkembang di Cina, Jepang, Nepal dan Sumatera (pada masa Kerajaan Sriwijaya, pen).

2. Aliran Selatan yang kitab-ldtab sucinya ditulis dalam bahasa Pali, tersebar di Birma, Sailan dan Siam.

Budaya penganut-penganut agama Hindu?

Assalamualaikum, ni nak sambung pasal agama Hindu sikit. Sumber ni daripada Wikipedia. Harap membantu dan bermanfaat. 

Ungkapan yang sering diucapkan di sebarang majlis, upacara sembahan baik mahupun yang malang atau di kuil, ialah “Inbame Soozhga, Ellorum Vaazhga” bermaksud tidak mengira apa jua diversity antara kita, seperti agama, kaum, warna kulit mahupun Negara, harap semua senantiasa hidup sihat walafiat tanpa sebarang malapetaka ditimpanya.


Masyarakat Hindu di Malaysia telah mendirikan kuil sesuai dengan agama, amalan dan kepercayaan mereka yang dibawa dari India. Mereka membina kuil-kuil pelbagai saiz dan rupa di ladang-ladang dan kediaman mereka tanpa sebarang sekatan sebelum dan selepas merdeka. Tetapi segala pembinaan tempat ibadat ada prosedeurnya tersendiri. Begitu juga dengan kuil, dimana akan diadakan upacara yang amat ditunggu- tunggu penganut Hindu, iaitu “kumba abishegham”. “Kumbam” merujuk kepada puncak kuil yang tajam, yang diperbuat daripada kuprum dan adakalanya emas, dan “abishegam” bermakna ‘mandi’ (hanya digunakan untuk upacara keagamaan, bukan kegunaan harian).

Asalnya nama Hindu adalah dari pengairan Sungai Indus di negara India, yang kemudian namanya mengalami perubahan sejajar dengan revolusi tamadun ke perkataan ‘Indhus' dan kini disebut secara kini sebagai 'Hindu'. Dalam bahasa Inggeris pula, perkataannya adalah 'Hinduism'. Agama Hindu adalah asalnya suatu kepercayaan di negara India yang mengaitkan dunia sains, kepercayaan manusia pada luaran dan dalaman, serta dunia akhirat. Sepertimana yang diketahui, agama Buddha juga bersaling kait dengan agama Hindu, bezanya agama Buddha lebih menuju terhadap keamanaan pendirian serta ketidakbezaan sesama manusia. Malah, agama Hindu bukan sebenarnya asal sebagai agama, tetapi sebagai suatu kepercayaan. Hanya kini tanpa menjurus ke kepelbagaian segala agama yang terkandung di bawah kepercayaan Hindu digelar agama Hindu secara keseluruhannya.

Bagi agama Hindu pula, yogi - yogi pada masa dahulukala lebih tertumpu kepada menonjolkan kekuasaan kepada alam sekitar dan dengan ajaibnya, mampu mengaitkan dalaman manusia dengan alam sekeliling dengan gerakan dan posisi tangan, iaitu 'mudra'. Secara asasnya dalam ajaran Hindu, jari kita adalah dipercayai untuk mengandungi kuasa-kuasa alam; ibu jari ialah api (fire), jari telunjuk ialah udara (air), diikuti dengan ruangan (space), tanah (earth) dan jari manis merupakan air (water). Perkara – perkara ini nyata menjadi penguasaan serta pengawalan dalaman kita. Contohnya, mudra yang ‘mengaktifkan’ elemen air dapat mengawal kuantiti air dalam badan kita dan mudra tersebut dinamakan Varun Mudra. Inilah bukti ajaran Hindu pada dahulukala selain ajaran meditasi, penyembahan dan menghormati alam serta akhirat. Alangkah hebatnya jika diketahui bahawa yogi – yogi tersebut juga telah mengenal pasti bilangan planet dan fasa bulan 14 hari tanpa sebarang teknologi. Mudra – mudra yang disebutkan kini diekspreskan dalam tarian Bharathanatyam.

Ada juga keistimewaan dalam bidang perubatan yang diperkenalkan oleh yogi-yogi, dimana cara perubatan itu digelar "sarahasamruthi" (berasal dari bahasa Sanskrit) yang dispesifikasikan untuk golongan Siddha (golongan yang arif bagaikan gelaran Emeritus zaman dahulukala) dalam perubatan. Golongan tersebut dikenali sebagai Gotra. Golongan tersebut kurang mendapat tandingan dalam sains perubatan dari segi kemajuan pemikiran pada masa tersebut juga, walaupun taraf golongan Mesir dalam bidang perubatan dipandang tinggi. Golongan Gotra telah mampu mendalami sains perubatan sehingga kajian sel-sel manusia, dan akhirnya mengekstrak perkaitan tentang entiti kromosome (chromosomes) di dalam badan manusia, yang dunia sains kini belajar sebagai subjek “Genetics”, “Microbiology” dan “Inheritance”. Namun kemampuan melakukan kajian tersebut tanpa sebarang alatan sains yang canggih seperti yang masih lagi diperkenalkan kini, masih merupakan satu keajaiban serta misteri terhadap kuasa yang luarbiasa mereka. Golongan Grota ini memberi keutamaan kepada anak lelaki sebagai pewaris generasi maka akan cuba untuk mendapatkan anak lelaki melalui perlakuan seks dengan posisi yang betul. Tahulah kita bahawa bukti terhadap pendapat mereka dianggap sedikit kontroversi disebabkan ketiadaan cara untuk pembuktian yang kukuh.

Alangkah ajaibnya semasa kita memikirkan cara kajian tersebut dilaksanakan pada dahulukala berbanding zaman sekarang. Juga fakta tentang graviti telah dikeluarkan ideloginya oleh seorang yang menganuti agama Hindu sebelum Sir Issac Newton. Terdapat juga kajian – kajian lain seperti kajian dalam sains bahan, sains makanan, sains yoga dan meditasi dan lain-lain lagi. Katanya pemakanan atas daun pisang sekadar menjadi alternatif untuk pinggan pada masa dahulukala, malah tahukah kita tujuan sebenarnya adalah untuk mengekstrak klorofil pada daun pisang, agar kita dapat menikmati kebaikannya. Malah kini, “patent rights” dan kehormatan telah menuju pihak – pihak yang mengeluarkan air cordial klorofil di pasaran berbanding cara ini.

Kesenian dalam agama Hindu tidak apa kurangnya. Contoh yang memang tidak dapat dinafikan oleh warga manusia di setiap sudut dunia ialah seni pertahanan diri dari India iaitu seni ‘silambam’, ‘shoalin’ dan ‘kalaripayattu’. Silambam dan shoalin kini telah menjadi tapak inspirasi kepada seni-seni lain termasuk karate dan taekwondo di Asia Timur, muay-thai di Thailand, silat di Indonesia dan kemudiannya diamalkan di Malaysia, dan juga seni-seni yang menggunakan peralatan seperti kendo, pedang dan ‘fencing’. Gabungan yoga dan seni pertahankan diri telah menanam tunas di masyarakat dimana ‘taichi’ ditemui. Bagi seni ‘kalari’ yang tidak begitu diketahui ramai, ia merupakan gabungan unik antara bidang perubatan dan seni pertahankan diri. Dalam seni pertahankan diri ini, seseorang itu mampu mendahului dengan menjadikan pihak lawan kaku tanpa kecederaan, ‘paralyse’ dan juga mematikan mereka jika terpaksa, sama ada selamanya atau untuk tempoh 10 minit dimana mereka boleh menghidupkan mereka kembali dalam tempoh tersebut. Ia sangat berkait dengan “muay thai” pada hari ini, juga dengan permulaannya dimana setiap anak muridnya harus menyembah kepada Tuhan untuk menjaga keselamatan mereka semasa latihan mahupun penggunaan untuk defensi tersendiri.

Tarian yang menjadi tunas kepada agama Hindu ialah ‘bharathanatyam’ (‘natyam’ bermaksud tarian) atau dengan pendeknya digelar ‘bharatham’. Terdapat tarian-tarian lain juga yang berkait rapat dengan “bharatham” seperti odissi, “karagaatam” (menari sambil menyeimbangkan suatu konstruk penyembahan yang tinggi di atas kepala), “kolattam” (membunyikan irama dengan sepasang kayu pendek oleh setiap penari) dan banyak lagi. Yang dipelajari oleh penari Malaysia, Ramli Ibrahim ialah odissi, iaitu tarian yang mengekspreskan suatu cerita dengan perkaitan alam kita yang indah. Inspirasi kepada tarian-tarian ini ialah Tuhan bernama Shiva dengan “natyam”nya. Tarian Shiva digelar sebagai “shivathaandavam” dimana “shiva” merujuk kepada Tuhan Shiva dan “thaandavam” ialah tindakan atau aksi. Sebelum penari-penari memulakan tarian mereka, telah menjadi adat turun temurun untuk menyembah Tuhan Shiva yang akan diletakkanNya di sudut pentas, alangkah bagaikan untuk tontonanNya sebagai Guru juga. Melainkan tarian ini secara sifat keagamaan, untuk hiburan masyarakat dahulukala adalah tarian kuda kepang, hamper menyamai kuda kepang di pantai Timur Malaysia. Perbezaannya adalah di pantai Timur Malaysia, “penunggang”nya akan duduk atasnya, tetapi di India, “penunggang”nya akan duduk di dalamnya. Terdapat satu gelung yang besar di “tulang belakang” kuda yang memuatkan pinggang “penunggang”nya di dalamnya serta kain berwarna-warni yang panjang menutupi hingga ke aras lutut.

Bagaikan isi dengan kuku, tiada tarian tanpa muzik, maka alatan muzik juga tergolong dalam kesenian, tetapi alatan muzik tidak dikaitkan secara spesifiknya dengan agama Hindu. Ia digelar sebagai alatan muzik India, dan bukan alatan muzik agama Hindu. Contohnya adalah seperti “nathaswaram” (dalam Inggeris digelar ‘Indian trumpet’, yang biasanya dimainkan di upacara perkahwinan orang India), thappu (kompang India), “thaval” (gendang yang biasanya dimainkan di upacara perkahwinan orang India) dan banyak lagi. Untuk pengetahuan umum pembaca, ungkapan “Do Re Mi Fa So La Ti Do’ ”, dikenali dalam muzik India sebagai “Sa Re Ga Ma Pa Tha Ni Sa'".

Agama Hindu

Assalamualaikum to my respected visitors. Now, I would like to share what Hinduism is. Because Im one of the students who take this course which is Islamic Revealed Knowledge and Heritage (IRK), so in this first sem, I take a subject which in it, I have to learn about my religion, Islam and also other religions. This article, I refer from Wikipedia. I type this on 15 September 2015M aka 1 Zulhijjah 1436H, in the morning. 


  • Apa itu Hinduism? 
Satu agama atau falsafah yang berasal dari benua India dan kawasan sekeliling yang berhampiran. Agama ini adalah agama tertua yang diketahui di dunia. Istilah Hinduisme merangkumi pelbagai aliran fikiran dan falsafah, serta upacara-upacara amal yang amat berbeza. Sebahagian besar penganut Hindu bersembahyang kepada pelbagai dewa-dewi, dan menganggap dewa-dewi ini sebagai penjelmaan-penjelmaan untuk satu Roh yang agung (Brahman), sedangkan banyak penganut yang lain menumpukan kepada satu konsep mufrad untuk Brahman (Tuhan), umpamanya VaishnavismeSaivisme dan Saktisme. Agama ini adalah antara agama yang ketiga terbesar di dunia, dengan lebih kurang 900 juta penganut (angka 2005). Kira-kira 890 juta daripada bilangan itu tinggal di India.

  • Etimologinya?
Agama Hindu pada asalnya dianuti oleh orang-orang Aryan. Orang Aryan menyebut agama mereka sebagai Arya Dharma - agama orang Aryan. Mereka langsung tidak mengenal perkataan 'Hindu'. Perkataan Dharma dalam konteks ini bermaksud agama atau tugas-tugas agama. Orang Aryan juga memanggil agama mereka sebagai Manava Dharma yang bermaksud 'Agama untuk Manusia' iaitu agama ini bukan sahaja untuk orang Aryan tetapi untuk seluruh umat manusia. Satu lagi nama untuk agama ini ialah Sanatana Dharma - Agama yang Abadi yakni, agama mereka berasaskan kepada kebenaran abadi. Salah sebuah negara yang berdekatan dengan India purba ialah Persia. Sungai Indus (Sindhu dalam bahasa Sanskrit) menjadi sempadan antara Persia dan Aryavarta (nama India purba). Orang Persia menyebut huruf 'S' sebagai 'H', maka Sindhu menjadi Hindhu. Mereka juga memanggil orang Arya sebagai Hindu. Demikian, agama orang Aryan menjadi agama Hindu.
  • Ada pengasas ke agama ni?
Salah satu ciri unik agama Hindu ialah ia tidak mempunyai pengasas. Ini mungkin berbunyi pelik kerana golongan Rishi yang menemui kebenaran abadi berfikir bahawa kebenaran yang mereka temui telah sedia wujud. Sama seperti hukum graviti yang telah wujud sebelum Newton menemuinya, Kebenaran telah sedia wujud. Seperti Newton menemui hukum graviti, golongan Rishi menemui Hukum Alam dan Tuhan. Swami Vivekananda menerangkan ini dalam Ucapan-Ucapan Chicago seperti ini:
"Orang Hindu telah menerima agama mereka melalui wahyu Veda. Mereka menyatakan bahawa Veda tidak mempunyai permulaan dan penghabisan. Bahawa sebuah kitab tidak mempunyai permulaan dan penghabisan, mungkin kedengaran pelik. Namun, Veda bukan sebuah kitab. Veda ialah kumpulan khazanah hukum rohani yang ditemui oleh pelbagai orang pada masa berlainan. Hukum graviti telah wujud sebelum manusia menemuinya, dan ia akan terus wujud meskipun semua orang melupakannya. Hukum dunia kerohanian juga sama seperti ini. Perhubungan moral, etika dan rohani antara jiwa dengan jiwa, antara jiwa individu dan Jiwa Yang Agung (Tuhan) telah wujud sebelum penemuannya dan ia akan kekal walaupun kita melupakannya..."[3]

Golongan Rishi juga menyedari bahawa Kebenaran Abadi berasal daripada Tuhan, iaitu sumber yang mencipta segala-galanya. Oleh kerana Kebenaran Abadi atau Veda berasal daripada Tuhan, ia bersifat apauruseya - bukan buatan manusia.
Tanpa seorang pengasas, agama Hindu mempunyai satu kelebihan berbanding agama-agama lain. Sekiranya ia mempunyai seorang pengasas yang spesifik, sudah pasti ianya sukar untuk agama Hindu melalui suatu evolusi yang telah dialaminya sejak beribu-ribu tahun. Pelbagai wali dan Jelmaan Tuhan telah datang pada zaman berlainan, memainkan peranan masing-masing, dan memperkayakan agama Hindu dengan ajaran mereka. Mereka menjadikan agama ini relevan untuk zaman dan manusia yang berlainan dengan memberikan interpretasi baru kepada teks-teks agama purba. Dengan pengalaman mereka sendiri, mereka juga telah mengesahkan kebenaran dalam kitab-kitab suci.
Selain itu, berbanding agama-agama lain yang mempunyai pengasas, agama Hindu tidak disekat dengan dogma atau hukum-hukum kuno yang tidak lagi relevan untuk sesuatu zaman. Agama Hindu dapat menyesuaikan dirinya dengan pelbagai tempat, dan zaman kerana daripada zaman ke zaman, golongan wali dan Jelmaan Tuhan yang datang untuk tujuan mengembalikan, memperbaharui dan menghidupkan semula Dharma.
  • Siapakah tokoh-tokoh agama ni?
Meskipun agama Hindu tidak ada pengasas, terdapat beberapa orang tokoh utama yang memainkan peranan dalam perkembangan agama Hindu. Ramai dalam kalangan mereka memainkan beberapa peranan berlainan pada masa yang sama iaitu, sebagai seorang wali, ahli mistik, ahli falsafah dan pelopor pembaharuan dalam agama. Enam sistem falsafah Hindu (juga dikenali falsafah India) atau Saddarsana telah diperkembangkan oleh enam orang wali Hindu pada zaman berlainan.Sistem-sistem ini dikenali sebagai falsafah 'agama' kerana asas sistem ini ialah Veda. Enam sistem falsafah Hindu ini ialah:
  • Nyaya Darsana oleh Gautama
  • Vaisesika Darsana oleh Kanada
  • Sankhya Darsana oleh Kapila
  • Yoga Darsana oleh Patanjali
  • Mimamsa Darsana oleh Jaimini
  • Vedanta Darsana (juga dikenali sebagai Uttara Mimamsa Darsana) oleh Badarayana
Dalam zaman moden misalnya, Adi SankaraMadhvacharyaRamanujacharyaSri Krishna CaitanyaSri Ramakrishna dan Swami Vivekananda memainkan peranan penting dalam pembaharuan dan perkembangan agama Hindu.

  • Apakah matlamat hidup bagi para penganut agama ini?
Agama Hindu mengenalpasti empat matlamat kehidupan manusia iaitu:
  • Kama - memuaskan keinginan untuk keseronokan duniawi
  • Artha - mengumpul harta benda
  • Dharma - amalan agama
  • Moksha - mencapai kebebasan melalui kesedaran-Tuhan
Antara empat matlamat kehidupan ini, kama merupakan matlamat paling rendah kerana ianya wujud untuk manusia dan juga binatang. Artha adalah lebih baik daripada kama kerana ianya hanya wujud dalam kalangan manusia. Matlamat ketiga, iaitu Dharma ialah sebenarnya latihan dalam pengorbanan diri. Kama dan artha berasaskan kepada sifat ketamakan dan mementingkan diri sendiri. Dharma pula tidak mementingkan diri sendiri. Maka, Dharma lebih mulia daripada kama dan artha. Kehidupan seorang Hindu merangkumi pelaksanaan suatu siri tugasan agama atau Dharma yang ditetapkan oleh kitab-kitab suci. Malah, seorang Hindu juga perlu mengikuti Dharma untuk mencari nikmat duniawi dan kekayaan.
Moksha, yang bermaksud 'kebebasan' boleh dicapai hanya dengan kesedaran-Tuhan. Hinduisme percaya bahawa Tuhan merangkumi segala-galanya dan bahawa ketuhanan wujud dalam semua manusia. Ketuhanan wujud dalam semua orang, tetapi manifestasinya tidak sama. Matlamat amalan rohani ialah untuk menyerlahkan ketuhanan ini dalam kehidupan seseorang. Apabila ketuhanan ini terserlah dengan sepenuhnya dalam seseorang, maka orang itu dikatakan telah mencapai kesedaran-Tuhan dan dia juga dikatakan telah mencapai Moksha.
Ketuhanan ialah sifat sebenar diri manusia. Ia menjadi intipati atau akar umbi kewujudan manusia. Seseorang boleh meninggalkan segala-galanya, tetapi bukan sesuatu yang menjadi asasnya sendiri. Ketuhanan ini akan terserlah pada suatu masa. Maka, semua orang akan mencapai Moksha ada suatu masa. Orang yang telah maju dalam kehidupan rohani mungkin akan mencapai Moksha dalam kehidupan ini atau semasa kematiannya. Orang lain pula mungkin memerlukan beberapa kelahiran untuk mencapai kebebasan. Dengan usaha yang ikhlas dan bersungguh-sungguh manusia boleh mencapai moksha dalam masa yang terdekat. Namun, tidak ada keraguan bahawa semua orang, sama ada mereka sedar atau tidak sedar, sedang menuju ke arah Moksha.
Menurut agama Hindu, tiga matlamat hidup iaitu kama artha dan Dharma hanya dapat memberikan kepuasan yang sementara. Namun,disebabkan manusia sentiasa mendahagkan sesuatu yang abadi, kama, artha dan Dharma tidak dapat memenuhi keinginan ini. Salah satu aspek utama Tuhan dalam agama Hindu ialah Ananda atau Nikmat Abadi. Semua usaha manusia untuk mendapatkan kama dan artha sebenarnya adalah satu usaha untuk mencapai Tuhan atau Nikmat Abadi. Selepas gagal memuaskan dirinya dengan nikmat duniawi, akhirnya, manusia akan sedar bahawa hanya Nikmat Abadi boleh memuaskannya. Akhirnya, dia mencari Nikmat Abadi itu. Apabila manusia melepaskan usaha untuk mencari keseronokan dengan memuaskan nafsunya dan mengumpul kekayaan, dan menumpukan tenaganya untuk mencari ketuhanan dalam dirinya sendiri, maka dia dikatakan sedang menjalani kehidupan rohani. Akhirnya, apabila dia mencapai sumber Nikmat Abadi dalam dirinya sendiri, segala keinginan duniawinya terhapus. Dia menyedari Tuhan, menyedari bahawa Tuhan meliputi segala-galanya dan bahawa Tuhan merupakan intipati segala-galanya. Dia menjadi bebas daripada perasaan takut, penderitaan dan kesengsaraan. Hatinya penuh dengan ketenangan dan kebahagiaan. Dia melihat dirinya sebagai jiwa yang abadi dan bebas daripada kelahiran dan kematian. Dia tidak lagi menganggapnya dirinya sebagai badan fizikal yang musnah dengan peredaran masa. Inilah yang dikatakan sebagai kebebasan atau Moksha. Inilah matlamat akhir kehidupan manusia. Berbanding kebahagiaan diperolehi dengan mencapai Moksha, semua keseronokan dan kebahagiaan lain kelihatan amat remeh. Kitab-kitab suci agama Hindu mengingatkan manusia berulangkali untuk mencapai matlamat akhir ini.

  • Apakah kepercayaan asas agama ini?


Hindu seringkali dianggap sebagai agama yang beraliran politeisme kerana memuja banyak Dewa, namun tidaklah sepenuhnya demikian. Dalam agama Hindu, Dewa bukanlah Tuhan tersendiri. Menurut umat Hindu, Tuhan itu Maha Esa tiada duanya.Dalam salah satu ajaran falsafah Hindu, Advaita Vedanta menegaskan bahawa hanya ada satu kekuatan dan menjadi sumber dari segala yang ada (Brahman), yang memanifestasikan diri-Nya kepada manusia dalam pelbagai bentuk. Dalam Agama Hindu ada lima keyakinan dan kepercayaan yang disebut dengan Pancasradha. Pancasradha merupakan keyakinan dasar umat Hindu. Kelima keyakinan tersebut, iaitu:
  1. Brahman - percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan segala aspeknya
  2. Atman - percaya dengan adanya jiwa dalam setiap makhluk
  3. Karmaphala - percaya dengan adanya hukum sebab-akibat dalam setiap perbuatan
  4. Samsara - percaya dengan adanya proses kelahiran semula (kelahiran semula)
  5. Moksa - percaya bahawa kebahagiaan tertinggi merupakan tujuan akhir manusia
Agama Hindu telah terpelihara sejak zaman Veda lagi dengan idea bahawa Tuhan (Brahman) wujud dan boleh dialami secara mendalam dengan mencapai keadaan kesedaran transenden. Mereka percaya dengan kitaran kelahiran, kematian dan kelahiran semula (punar janma) di mana sistem ini bergantung dengan amalan-amalan (karma) seseorang itu yang akan menentukan kehidupan seterusnya di alam yang lain. Yoga(penyatuan) ialah amalan rohaniah untuk mencapai penyatuan antara Atman (iaitu, roh manusia) dengan Brahman (Roh Agung atau Tuhan).
Brahman, Satu Realiti yang Menyeluruh, menjadi Isvara (Tuhan) melalui tiga sifatnya iaitu
Ini mewakili Triniti Hindu atau Trimurti. Ini pula boleh ditambah dengan pemujaan kuasa feminin alam semesta, iaitu Shakti yang juga dipanggilDevi. Orang Hindu mempunyai tiga kepercayaan utama:
  • Shnaivisme: Pemujaan Shiva, dewa paling hebat, iaitu Pemusnah dan Pencipta Semula. Shiva juga dikenali sebagai Mahadev atau Maha Dewa. Kuasa ciptaannya dirayakan dengan penyembahan lingam, satu objek pujaan berbentuk huruf r yang lazim terdapat di kuil-kuil dan juga rumah-rumah orang beragama Hindu.
  • Vaishnavisme: Pemujaan dewa Vishnu merupaka amalan paling popular di kalangan orang Hindu sebab Dewa ini sering mengambil bentuk āā

  • Apakah kitab-kitab suci bagi agama ini?

Veda atau Śruti :

Veda ialah ayat-ayat suci yang didedahkan kepada golongan Rishi. Ayat-ayat suci ini dipercayai telah sedia wujud dan didengar oleh golongan Rishi. Oleh itu, Veda dikenali sebagai Ṥruti (bermaksud sesuatu yang 'didengar') Veda ialah apauruṣeya bermaksud bukan ciptaan manusia. Perkataan Sanskrit Veda bermaksud ilmu. Golongan rishi enggan untuk menulis ayat-ayat suci ini kerana kesalihannya. Mereka menghafal ayat-ayat ini dan mengajarnya secara lisan kepada pengikut-pengikut mereka. Demikian, daripada generasi ke generasi, Veda diturunkan secara lisan.
Dengan mengamalkan Brahmacharya, golongan Rishi mendapat daya ingatan yang kuat. Brahmacharya ialah pengumpulan tenaga dengan mengawal nafsu syawat. Menurut Pātanjala Yogasūtra, Sādhanapāda, Ayat 38, “Brahmacharyapratishthāyam vīryalābhah” (Tenaga diperolehi dengan mengekalkan dara).  Menurut golongan Rishi, seseorang yang mengawal nafsu syawatnya dan tidak membazirkan tenaga dengan aktiviti seksual akan mempunyai daya ingatan yang tinggi. Selain itu, amalan Brahmacharya juga memanjangkan usia dan memberikan dhāranā sakti – kebolehan untuk memahami intipati kitab-kitab suci. Dengan kekuatan Brahmacharya, para Rishi menghafal ayat-ayat suci Veda dan menurunkannya kepada pengikut mereka. Oleh itu, Ayat-Ayat Veda ini dikenali sebagai Sruti, yang secara literal bermaksud pendengaran.[5]
Orang pertama yang mula-mula mengumpul dan menyusun ayat-ayat suci Veda ialah Krishna Dvaipayana (juga dikenali sebagai Veda Vyasa). Baginda menyusun ayat-ayat suci ini kepada empat Veda – Rig Veda, Sāma Veda, Yajur Veda, dan Atharva Veda. Menurut Vishnu Purana, Vyasa dibantu oleh empat orang pengikutnya dalam mengumpul Veda. Paila membantunya untuk mengumpul Rig Veda; Vaisampāyana mengumpul Yajur Veda, Jaimini mengumpul Sama Veda dan Sumantu mengumpul Atharva Veda.[6]
Rig Veda, bahagian yang paling purba, ditulis dalam bahasa Sanskrit kuno.
Bagi mengenang jasa Krishna Dvaipāyana Vyāsa, baginda diberikan gelaran Veda Vyasa. Baginda masih disanjung dan ulang tahun kelahirannya disambut oleh orang Hindu sebagai Guru Pūrnimā.
Ajaran utama Veda ialah bahawa semua dan setiap jiwa adalah tuhan – Sarvam Kalvidam Brahma (“Sesungguhnya, segala-galanya ialah Tuhan”) . Terdapat empat ayat-ayat utama Veda yang dikenali sebagai Mahāvākyas atau ‘Maha Ayat-ayat’ iaitu:
  • Aham Brahmasmi – Aku ialah Brahman (Tuhan)
  • Tat Tvam Asi – Kamulah Itu (Brahman)
  • Ayam Atma Brahma – Jiwa dalam badan ialah Brahman
  • Prajnanam Brahma – Ilmu yang Agung ialah Brahman
Setiap Veda mempunyai empat bahagian:
  • Samhita - bahagian ini mengandungi ayat-ayat suci mantera.
  • Brahmana- bahagian ini mengandungi maksud dan kegunaan ayat-ayat suci mantera.
  • Aranyaka - meditasi simbolik mengenai ritual dalam Veda untuk diamalkan oleh para pertapa
  • Upanishad - Bahagian falsafah dan metafizik. Antara 108 Upanishad yang wujud, yang berikut ialah yang paling popular: Isha, Kena, Katha, Mundaka, Mandukya, Aitareya, Taittiriya, Chhandogya, Prasna, Svetashvatara, dan Brihadaranyaka.
Smṛiti :
Semua kitab-kitab suci Hindu, kecuali Darsana dan Tantra, boleh dikelaskan kepada dua kategori: Veda atau Sruti dan Smriti. Ayat-ayat suci Veda adalah otoriti yang mutlak.  Smriti pula ialah otoriti sekunder. Semua sastera agama seperti dharmasūtras, Purana, Itihāsa (epik), Tantra and Āgama jatuh di bawah kategori Smriti. Semua kitab-kitab sekunder ini mendapat otoritinya daripada Veda. Oleh itu, selagi sumber sekunder ini tidak bercanggah dengan Veda, ia diterima sebagai otoriti yang sah.
Smriti juga mempunyai maksud teknikal. Ia bermaksud buku undang-undang atau manual rukun kehidupan untuk orang Hindu. Antara buku undang-undang purba ini, buku Manu adalah yang paling popular. Yajnavalkya, Baudhayana, Apastambha, Vashishtha dan Gautama ialah para penggubal undang-undang zaman purba. Raghunandana ialah penggubal undang-undang Hindu moden.
Purana :
Maksud-maksud mendalam kitab-kitab suci adalah agar sukar difahami. Tanpa dharana shakti yang diperolehi dengan amalan Brahmacharya, manusia biasa tidak boleh memahami maksud tersembunyi Veda atau Upanishad. Oleh itu, golongan Rishi mencipta sejenis sastera khas yang dikenali sebagai Purana. Matlamat utama Purana ialah untuk memberikan ajaran Veda dalam gaya yang popular, menarik dan mudah difahami oleh manusia biasa. Purana wujud dalam bentuk cerita dan perumpamaan. Terdapat lapan belas Purana, antara yang popular ialah Bhagavata Purana, Skanda Purana, Vayu Purana, Padma Purana, Markandeya Purana dan Agni Purana.
Itihasa atau Epik - Ramayana dan Mahabharata :
Ramayana dikarang oleh Valmiki dan Mahabharata pula ialah karya Vyasa. Kedua-dua epik ini juga dikenali sebagai Itihasa dan ia mengandungi falsafah dan ajaran agama disamping cerita-cerita purba. Kedua-duanya kaya dengan kesusasteraan dan mitologi. Bhagavad Gita, kitab suci utama Hindu terkandung dalam Mahabharata. Kedua-dua epik ini juga mempunyai watak-watak utama yang mulia yang dianggap sebagai idola bagi orang Hindu.
Bhagavad Gīta :
Kitab suci utama agama Hindu iaitu Bhagavad Gīta ialah sebahagian epik Mahābhārata. Ia mengandungi dialog-dialog antara Sri Krishna, Jelmaan Tuhan dan putera Arjuna. Bagi menjawab soalan-soalan dan keraguan Arjuna, Sri Krishna memberi ajaran rohani yang hebat. Ajaran ini merupakan khazanah agama Hindu. Bhagavad Gīta mengandungi kebanyakan ajaran utama Upanishad. Maka, Bhagavad Gita juga disanjung tinggi seperti Upanishad.
Tantra :
Di samping ajaran dan falsafah Veda, agama Hindu juga mempunyai satu set ajaran yang sejajar, dikenali sebagai Tantra. Dalam disiplin Tantra, Tuhan dilihat sebagai kedua-dua principal Lelaki dan prinsipal Perempuan atau Shiva dan Shakti.
Āgama :
Ini merupakan satu kumpulan sastera yang unik dan amat teknikal yang mengandungi garis panduan untuk pembinaan kuil dan pembuatan arca Hindu termasuk semua upacara ritual berkaitan dengannya.
  • Apakah konsep tuhan yang mereka percayai?
Sejak awal lagi, Hinduisme telah mengalami evolusi. Pada zaman awal tamadun mereka, orang Hindu dipercayai telah menyembah bumi, air, api, langit, angkasa, angin, matahari, kilat dan alam sekitar sebagai tuhan. Ayat-ayat suci Veda selain menyembah elemen-elemen alam sebagai tuhan, setiap tuhan ini juga dirujuk sebagai Tuhan Yang Agung, Tuhan Pencipta Alam. Menurut ahli Indologi Jerman Max Muller, nenek-moyang awal orang Hindu bukan beragama politistik, tetapi henotistik.
Secara beransur-ansur, masyarakat Indo-Aryan menemui asas yang sama disebalik pelbagai tuhan-tuhan ini.[7] Nasadiya Sutra, atau "Ayat-ayat Suci Ciptaan" dalam Rig Veda memberikan gambaran yang cantik mengenai suatu unsur yang purba dan amat abstrak dengan kata nama ITU, dari mana dunia wujud. Unsur ini ialah Kesedaran Tulen atau Roh. Dalam bahasa Sanskrit Veda, ia dipanggil sebagai Brahman.
Ayat suci Rig Veda yang berbunyi "Ekam Sad vipra bahudha vadanti"[8] - yang bermaksud "Hanya ada satu kebenaran tetapi para orang bijaksana menyebut-Nya dengan banyak nama," bukan sahaja menekankan konsep Tuhan Yang Maha Esa, tetapi ayat suci ini juga menjadi asas kepada sifat terbuka dan toleransi umat Hindu.
Nirguna Brahman :
Jika kita tanya, "Siapakah yang wujud sebelum ciptaan?" maka jawapan yang bernas ialah hanya Tuhan yang wujud ketika itu. Namun, jika kita tanya, "Sebelum ciptaan, apakah rupa Tuhan?" maka, Hinduisme menjawab bahawa Tuhan berada dalam keadaan transendental sebelum ciptaan. Perkataan "transendental" bermaksud kewujudan Tuhan berada di luar masa, tempat. sebab-penyebab dunia kita. Menurut agama Hindu apabila Tuhan mencipta alam ini, Dia juga mencipta masa dan tempat bersama-samanya. Maka, kewujudan Tuhan sebelum ciptaan mestilah menjangkaui masa dan tempat.
Bagi menjelaskan idea ini, kita boleh menggunakan analogi ini. Katakan seorang telah tertidur dan dia sedang bermimpi. Dalam dunia mimpinya, dia berada dalam masa mimpi dan tempat mimpi. Kedua-duanya telah dihasilkan oleh mindanya ketika dia bermimpi. Ketika itu, dia tidak berada dalam dunia nyata. Dalam dunia mimpi, dia telah merentasi masa dan tempat dunia nyatanya. Begitu juga, Tuhan sebelum ciptaan menjangkaui masa dan tempat dunia yang diciptanya.
Menurut agama Hindu, Tuhan yang berada dalam keadaaan transendental dipanggil sebagai Nirguna Brahman, Roh Yang Agung, Tuhan Tanpa Peribadi dan Tanpa Sifat. Nirguna Brahman tidak mempunyai peribadi. Keperibadian mempunyai batasan. Tanpa personaliti, Nirguna Brahman juga tidak mempunyai jantina. Maka, dalam bahasa Sanskrit, Nirguna Brahman dirujuk sebagai Tat, bermaksud Itu. Ini menunjukkan bahawa Nirguna Brahman bukan lelaki atau perempuan.
Oleh kerana Nirguna Brahman menjangkaui tempat, Itu adalah Infinit. Menjangkaui masa, Itu adalah Abadi. Oleh kerana Itu tidak dipengaruhi oleh sebab-penyebab, Nirguna Brahman adalah Tetap dan Tidak Berubah. Sifat atau kualiti adalah satu faktor yang mewujudkan perbezaan. Contohnya, kuasa pembakaran adalah sifat api. Sifat ini membezakan api dengan air yang tidak mempunyai sifat itu. Nirguna Brahman adalah Satu, Tidak Terbahagi dan Infinit. Maka, Nirguna Brahman tidak boleh mempunyai sebarang sifat yang membawa perbezaan di dalam-Nya. Maka,
Nirguna Brahman sering digambarkan dengan perkataaan 'Sat-Chit-Ananda' iaitu Kebenaran Mutlak, Kesedaran dan Kebahagiaan Mutlak. Namun semua perkataan ini, tidak dapat menjelaskan Nirguna Brahman yang berada di luar dunia manusia yang terhad. Nirguna Brahman tidak boleh dijelaskan. Menurut Sankaracharya, ayat-ayat Veda seperti Sat-Chit-Ananda hanya merupakan petunjuk tentang sifat Nirguna Brahman. Ayat-ayat ini bukan penjelasan tentang Nirguna Brahman. Sri Ramakrishna, seorang mistik moden menjelaskan bahawa segala-galanya telah dicemari oleh lidah manusia kecuali Nirguna Brahman kerana tiada sesiapa pun yang dapat menerangkan apakah Itu.
Ishvara :
Kebanyakan manusia tidak boleh berfikir tentang Nirguna Brahman. Dengan akalnya, manusia hanya dapat membayangkan sesuatu dengan ciri-ciri manusia. Contohnya, manusia berfikir bahawa Tuhan Maha Pengampun dan Maha Pengasih kerana ini adalah ciri-ciri yang mulia dalam seseorang manusia. Demikian, apabila manusia berfikir tentang Nirguna Brahman, secara tidak sengaja, dia memberikan ciri-ciri kemanusiaan kepada-Nya. Ini menjadikan Nirguna Brahman menjadi Tuhan Peribadi. Pada hakikatnya, Nirguna Brahman tidak berubah. Katakan seseorang melihat langit biru dengan memakai kaca mata merah atau hijau. Dengan kaca mata merah, langit kelihatan merah dan dengan kaca mata hijau, langit kelihatan hijau. Namun, sebenarnya langit itu tetap biru dan tidak berubah. Begitu juga, apabila manusia memberikan keperibadian kepada Nirguna Brahman, Ia tidak berubah.
Tuhan Peribadi dalam agama Hindu dinamakan sebagai Saguna Brahman atau Ishvara. Manusia melihat Ishvara sebagai Pencipta Alam. Ishvara Yang Maha Berkuasa, Maha Mutlak dan Maha Merangkumi. Dengan kehendak-Nya, Dia mencipta dunia dengan kuasa Maya. Meskipun Dia Tak Berupa, Dia mengambil pelbagai rupa dengan kuasa Maya.
Ishvara mempunyai tiga fungsi utama iaitu sebagai Pencipta, Pelindung dan Pemusnah. Maka, Ishvara dengan tiga aspek utama ini menerima nama Brahma (Pencipta), Vishnu (Pelindung) dan Shiva (Pemusnah). Ishvara tidak mempunyai jantina. Namun, orang Hindu bebas memikirkan tentang Ishvara sebagai Ibu atau Bapa. Ini adalah satu lagi ciri unik agama Hindu. Setiap individu bebas memikirkan tentang Tuhan mengikut kehendak hatinya dan menjalinkan hubungan tertentu dengan Tuhan. Tuhan boleh menjadi Ibu, Bapa, Kawan, Kekasih atau Anak seorang manusia. Menurut Sri Ramakrishna, apabila seseorang menjalinkan hubungan yang intim dengan Tuhan, dengan mudah dan segera, orang itu akan mencapai kesedaran-Tuhan.

Good isnt always the better.

Assalamualaikum wbt, now I would like to share the Islamic knowledge from blog baiki minda. Hopefully, it will benefit us, in shaa Allah. 

Itulah tajuk penulisan kali ini : 
Kamu diwajibkan berperang (untuk menentang pencerobohan) sedang peperangan itu ialah perkara yang kamu benci; dan boleh jadi kamu benci kepada sesuatu padahal ia baik bagi kamu, dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu. Dan (ingatlah), Allah jualah Yang mengetahui (semuanya itu), sedang kamu tidak mengetahuinya.[2:216]

Sudah dinyatakan di dalam Al-Quran tentang perkara ini.

Mari kita jelaskan perkara ini berserta contoh mengapa ianya adalah baik/buruk kepada anda.

Kes Pertama : Anda Couple Sebelum Kahwin,Tetapi Kemudian Anda Break.

Baik Atau Buruk : Kita merasakan dunia telah gelap gelita apabila break.Tetapi,kita tidak tahu.Sebenarnya,itulah yang terbaik untuk kita berdua.Setiap perkara bukankah ada hikmahnya?

Penjelasan : Haha.Jika anda sering membaca penulisan saya,pasti perasan sesuatu.Sayaseriously amat kurang berminat untuk membincangkan perkara ini.Kerana apa?Kerana ianya akan mengingatkan saya kepada sesuatu yang akan merobek-robek hati saya kembali.Haha.Takdelah macam tu.

Just saya rasa benda ini simple.So,saya tidak mahu mengulas tentangnya.

Tetapi,hari ini saya akan menerangkan mengapa ianya baik untuk kita.

Begini,as I've mentioned it earlier,perkara ini mudah sahaja.

(Lazimnya) perempuan-perempuan yang jahat adalah untuk lelaki-lelaki yang jahat, dan lelaki-lelaki yang jahat untuk perempuan-perempuan yang jahat; dan (sebaliknya) perempuan-perempuan yang baik untuk lelaki-lelaki yang baik, dan lelaki-lelaki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik. Mereka (yang baik) itu adalah bersih dari (tuduhan buruk) yang dikatakan oleh orang-orang (yang jahat); mereka (yang baik) itu akan beroleh pengampunan (dari Allah) dan pengurniaan yang mulia. [24:26]

Nampak.Jika kita benar-benar sayangkan wanita/lelaki itu,sudah tentulah kita mahukan yang terbaik untuk mereka bukan.Jadi,jika mahukan yang terbaik untuk mereka,diri kita ini mestilah menjadi baik bukan?

Dan kita ini juga mestilah mahukan pasangan yang baik bukan?Jadi,break adalah caranya.

Jangan tipu saya.Sedikit sebanyak couple ini anda tetap akan melakukan dosa.Buka mata anda,young man.Jangan tertipu.

Jadi,jika benar anda berdua saling mencintai/suka antara satu sama lain,apa salahnya andabreak dahulu.Dan baiki diri masing-masing,akhlak.Dan apabila sudah habis belajar,jika benar-benar anda suka/cinta/sayang antara satu sama lain,kahwinlah!

Itulah yang sepatutnya.Barulah menunjukkan anda memang saling mencintai.

Kedengaran ada orang bertanya "Alah bang,saya risaulah bila kami break,perasaan sayang itu pudar nanti".

Okay,itu sebenarnya adalah lust/nafsu syahwat anda sahaja.Anda tidak bacakah ayat Al-Quran di atas?Jika anda mahukan yang baik,jadilah baik.Jika anda mahukan yang tidak baik,teruskanlah lakukan apa yang tidak baik.

Faham?Jika anda sangat-sangat sayangkan mereka (pasangan anda),berdoalah kepada Allah supaya anda berdua diperjodohkan/dipercepatkan perkahwinan.

Itu barulah cinta sebenar.Kalau setakat nak couple dua tahun,baik tidak payah.

*Zap zap* Ibarat menembak diri sendiri pernyataan di atas.Haha.

Tetapi,betullah.Jika anda memang sayangkan mereka,dan mereka memang sayangkan anda,inilah yang terbaik untuk anda.Jika benar-benar saling suka antara satu sama lain,pasti anda sanggup bukan menunggu dua tiga tahun lagi sebelum berkahwin?

Jika tidak sanggup,fikirlah kembali perasaan anda itu.Mungkin ianya hanya nafsu sahaja.

Kesimpulan : Nampak buruk,tetapi sebenarnya ianya baik bukan untuk anda?Barulah anda tahu perasaan anda ini benar-benar sayang atau sekadar nafsu sahaja.Dan,ingatlah bahawa Allah itu Maha Adil.Dia akan mengampunkan dosa kita jika kita benar-benar mahu berubah.


Kes Kedua : Anda terlalu mahukan suatu pangkat/jawatan/kerja.Anda berusaha untuk mendapatkannya.Tetapi,tup-tup,anda tidak dapat.

Baik Atau Buruk : Anda rasa seperti mahu mati sahaja apabila mengetahui permohonan kerja anda tidak diluluskan.Sebaliknya,rakan anda yang guna kabel pula yang berjaya mendapat jawatan itu.Anda merasakan ini adalah buruk untuk anda,tetapi ketahuilah bahawa perkara ini ada hikmahnya.Dan ianya mungkin baik untuk anda.

Tahu kenapa?

Penjelasan : Begini,boleh jadi jika anda mendapat jawatan itu,anda akan menjadi seorang yang riak.Anda bangga dengan jawatan anda tidak habis-habis.Dan anda menjadi bongkak.Anda mengatakan anda mendapat jawatan itu kerana hasil usaha anda.Anda menjadi tidak bersyukur.

Itu yang pertama.

Yang kedua,ingatlah,bahawa rezeki ini Allah bagi kepada kita semua ada dua jenis.

Jenis yang pertama adalah rezeki yang akan membuatkan kita semakin bersyukur kepada-Nya.Dan menjadi semakin bertakwa kepada-Nya.

Jenis yang kedua adalah rezeki yang apabila diberikan kepada kita membuatkan kita semakin lalai dan jauh dari jalan Allah.

Nampak?

Dan sebenarnya,ini adalah ujian bagi anda.Chill out,bebeh.The world is not over.Hidup di dunia ini sementara sahaja.

Tahukah kenapa saya katakan ini adalah ujian bagi anda?Kerana dengan gagal jawatan ini,anda akan menjadi semakin dekat dengan Allah.Anda akan lebih banyak berdoa kepada Allah.Yalah.Manusia ni kan masa susah baru nak ingat kat Allah.

Ini juga bermakna Allah menyayangi kita.Dia mahu kita kembali berdoa kepada-Nya.Jadi,dia gagalkan kita jawatan ini supaya kita kembali berdoa kepada-Nya.Dan biasanya,selepas kita berdoa kepada Allah,pasti ada sesuatu yang lebih baik berlaku untuk kita bukan?

Dan,apabila itu berlaku,biasanya pasti kita akan bersyukur gila-gila kan?Mesti masa tu,kita baru nampak hikmah semua yang berlaku kan?

Ha,itulah penting bersabar.Jangan berputus harap dengan nikmat Allah.Allah itu Maha Adil dan Maha Penyayang.Ingat perkara ini.

Kesimpulan : Nampak macam buruk,tetapi sebenarnya baik.Allah mahu menguji kita sahaja.Kan?

Itu dua contoh umum.Contoh yang ketiga adalah pengalaman peribadi saya sendiri.

Kes Ketiga : Tercampak di Russia untuk melanjutkan pelajaran peringkat Ijazah Sarjana.

Baik Atau Buruk : Anda boleh baca di sini untuk mengetahui apa yang saya lalui di Russia.Saya merasakan pada mulanya berada di sini,ini adalah satu malapetaka pada saya.Tetapi,setelah masa berlalu,baru saya tahu,perkara ini adalah perkara yang baik untuk saya.

Penjelasan : Untuk pengetahuan anda,belajar di sini,amat-amatlah susah.Sila baca artikel ini untuk mengetahui kenapa saya cakapkan begitu.

Tetapi kini,barulah saya tahu apakah hikmahnya.

Begini,apabila saya berada dalam keadaan tertekan dan susah sebegini,saya menjadi dekat dengan Allah.Bukan hendak riak atau apa.Tetapi,mahu tunjuk contoh.Dahulu,saya bukan begini.Tetapi,Alhamdulillah.Allah sayangkan saya.Dia jadikan saya dengan perkara ini.Jadi,apabila susah begini,saya kembali kepada-Nya.

Dan,akibatnya,sayalah yang mendapat kebaikan dari ujian ini.Saya lebih banyak berdoa dan berusaha memperbaiki diri.

Cuba jika saya berada di Malaysia?Ini bukan soal orang lain.Ini soal saya.Cuba jika saya Umar Zakir belajar di Malaysia?

Saya rasa saya tetap akan menjadi saya yang dahulu.Mungkin lebih teruk.Tidak perlu diceritakan bagaimana saya yang dahulu.Tetapi,itulah.

Anda nampak bukan.Jika saya di Malaysia,saya pasti bersenang lenang tiada dugaan dan sebagainya.Saya pasti berada di dalam zon selesa.Dan standard sayalah,bila berada dalam zon selesa,pasti alpa dan lupa.

Nampak?

Kesimpulan : Belajar di Russia walaupun tidak berapa faham apa yang diajarkan (menggunakan medium Bahasa Russia 100%),tetapi lebih banyak yang baik dari yang buruk.

Saya lebih dekat kepada Allah sekarang,Alhamdulillah.Saya mendapat skill berdikari yang tinggi.Saya menjadi lebih tabah.Saya menjadi lebih bersyukur.Saya mendapat kawan-kawan Russia.Saya dapat melihat (daripada pandangan luar) bagaimana keadaan manusia jika mereka berada di dalam zon selesa.

Dan sebagainya.

Apa yang ingin saya sampaikan adalah saya sangat bersyukur dengan pemberian daripada Allah ini.Alhamdulillah SubhanaAllah.

Baiklah.Itulah ketiga-tiga contoh yang dapat saya berikan kepada anda. Bukanlah saya mahu riak atau apa dengan memberitahu anda contoh-contoh ini,tetapi saya just mahu tunjuk contoh. Jangan salah faham. Tidak mahu saya riak. In shaa Allah kerana riak itu boleh menghapuskan pahala kita. Minta dijauhkan.

Kesimpulan di sini,kita bolehlah mengambil tajuk artikel kita,iaitu Boleh Jadi Perkara Yang Kita Tidak Suka Itu Baik Untuk Kita,Dan Boleh Jadi Perkara Yang Kita Suka Itu Tidak Baik Untuk Kita.Persoalannya, mengapa? Sudah terjawab bukan?

Assalamualaikum dan Selamat Beramal.